Belajarlah Untuk Istiqomah

istiqomah


Dalam kehidupan ini kita selalu dihadapkan kepada dua pilihan, kita harus memilih untuk maju atau mundur, untuk kalah atau menang, untuk mencoba atau tidak, untuk istiqomah atau labil dan lain sebagainya.

Kadang ketika kita mulai melakukan sesuatu, kita sudah tekadkan dalam hati untuk terus melakukannya agar bisa selalu berada dijalan yang telah kita tentukan. tapi pada kenyataannya selalu gagal ditengah jalan, mulai dari godaan dari diri sendiri, dari lingkungan, sampai dengan pekerjaan. semua itu sampai membuat kita memutar balik sesuatu yang telah kita niatkan dari awal untuk berhasil menjadi sesuatu yang mustahil

Mungkin hal ini yang selalu dialami oleh orang yang belum paham dan mengerti siapa dirinya, belum menemukan tujuan hidupnya dan belum tahu kenapa dia ada didunia ini. hal ini juga sering terjadi pada saya sendiri, kadang saya menanyakan kepada diri saya, apa yang salah dengan saya, sampai selalu gagal dipertengahan jalan.

Saya selalu gagal untuk bertahan istiqomah dengan apa yang sudah saya lakukan. bila pun harus melanjutkan saya harus mulai menyusun semua keinginan saya dari awal, saya harus menempuk jidat saya sendiri dan mengatakan, "Hei !!!, bangunlah, kamu sudah terlalu jauh berjalan dari tujuan mu".  kadang saya bertanya kepada diri saya sendiri, apakah saya ini benar-benar tidak mengerti tujuan saya sendiri?


Saya selalu mengeluh kepada diri saya sendiri, kenapa saya sama sekali tidak bisa istiqomah dengan apa yang telah saya lakukan dari awal. wahh,, hidup saya sepertinya benar-benar tidak terurus, sunguh mengenaskan..

Ketika ada sesuatu yang telah diistiqomahkan dari awal namun pada kenyataannya dipertengahan jalan, selalu gagal untuk bertahan, marilah coba direnungkan apa sebenarnya yang salah dengan semua yang telah di rencanakan. Mari kembali dari pertama memulai dan kembali menyusunnya. Pahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh diri ini. Berikut hal-hal yang kembali hari dilakukan untuk kembali membangun sesuatu yang tidak bisa di istiqomahkan

Pahami dan intropeksi.
Tanyakan kepada diri kita sendiri, apa sebenarnya tujuan yang kita inginkan dari tujuan yang telah kita tetapkan tersebut. Apa goal yang ingin didapatkan kedepannya. Setelah tahu semuanya jawabanya, lihatlah diri kita sendiri, apa kita pantas untuk mendapatkannya. Apa tujuan tersebut bisa kita wujudkan atau memang itu sesuatu yang diluar kendali kita.

Saya ingin memberikan contoh sesuatu hal yang pernah terjadi dalam hidup saya sendiri pastinya. Saya mempunyai impian untuk melanjutkan study di luar negeri. Saya tanyakan kepada diri saya sendiri, apa tujuan saya dengan mimpi itu, apa yang saya dapatkan kedepannya. Kemudian, setelah semua terjawab, kembali saya tanyakan kepada diri saya sendiri, apakah saya pantas dan mampu untuk mewujudkan semua itu. Jawaban pertama saya dapatkan adalah tidak. Tidak dan tidak. Akhirnya saya memantaskan diri saya sendiri untuk mendapatkan itu semua

Susun Sebuah Rencana
Tulislah sebuah rencana di buku harian atau buku catatan kecil kita, step by step yang akan kita lakukan untuk meraih itu semua, mulai dari hal yang paling kecil sampai hal yang begitu rumit. Mulailah dari sesuatu yang paling simple, dari hal yang mungkin kita abaikan.

Contohnya ketika saya sudah menetapkan agar bisa kuliah di luar, saya mulai menyusun rencana apa yang harus saya lakukan, mulai mencari beasiswa, memahami persyaratannya, mengikuti les toefl dan lain sebagainya.

Tempelkan Catatan Kecil
Tidak hanya cukup dengan rencana dibuku catatan, buatlah catatan kecil rencana-rencana kita di notes kecil dan tempelkan di tempat yang sering kita perhatikan, seperti didepan meja belajar kita, didepan cermin, di lemari dan lain sebagainya. Tuliskan motivasi-motivasi yang akan membuat kita tetap semangat dan tidak pernah lupa dengan tujuan kita. Bacalah itu setiap hari, tanamkan dalam hati, simpan didalam memori dan jiwa kita sehingga kita akan terus bergerak untuk meraih tujuan dan mimpi-mimpi kita

Shalat Tahajud dan Shalat Dhuha
Ini sesuatu hal yang memang tidak pernah boleh dilupakan. Selain shalat lima waktu, sempatkanlah untuk shalat tahajud dan shalat dhuha. Kalau bisa jangan disempatkan tapi wajibkan kepada diri kita sendiri. Shalat ini memang bukan shalat yang diwajibkan oleh Allah tapi apa salahnya kita melakukan hal yang baik untuk diri kita sendiri dengan berbagai manfaat yang kita dapatkan dari shalat tersebut.

“Dari Jabir berkata, bahwa Nabi SAW bersabda, “sesungguhnya di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, itu berlangsung setiap malam” (H.R. Muslim)

Bangunlah pada sepertiga malam dan mengadulah kepada Allah, ceritakan semua impian kita kepada-Nya. Minta kepada-Nya untuk mewujudkan apa yang telah kita impiankan. Allah Maha Mendengar dan Tahu apa yang diinginkan dan yang terbaik untuk hamba-Nya

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Ketika kita rutin shalat dhuha setiap hari, insyaAllah semua urusan kita akan dimudahkan oleh Allah.

Saya selalu menekankan kepada diri saya sendiri untuk selalu rajin shalat tahajud dan shalat dhuha. Karena saya tahu Allah akan menolong setiap kehidupan yang saya jalani. Hanya Allah yang tahu sesuatu yang terbaik untuk kita. Kita sebagai manusia hanya bisa menyusun rencana, Allah yang menentukan semuanya. Lebih baik memulai semuanya dari awal ketika semua yang direncanakan kacau dipertengahan jalan daripada harus berhenti dan melupakan semuanya.

Keep focus and Istiqomah with Your Target

Belajarlah Untuk Istiqomah Belajarlah Untuk Istiqomah Reviewed by Indah Permatasari on November 09, 2016 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.