Santai Sore Di Pantai Ulee Lheu, Banda Aceh



Perkarangan masjid Baiturrahim Ulee Lheue nampak begitu ramai, banyak sepede motor yang terparkir di pekarangan masjid. Kebetulan pada saat aku sampai di masjid sudah waktu ashar, jadi aku singgah dulu di masjid sebelum ke pantai. Sehari sebelumnnya aku dan teman-teman sudah sepakat untuk berkumpul di Ulee Lheue.

Aku menunggu antrian untuk wudhu karena hanya beberapa keran yang mengeluarkan air, untung saja waktu itu antriannya belum terlalu ramai jadi aku tidak perlu lama menunggu. Pada saat masuk ke masjid shalat berjamaah masih berlangsung, langsung aku arahkan mata ke tempat gantungan mukena namun sialnya tidak ada yang tersisa, gagal niatku untuk shalat berjamaah. Aku mengutuk diriku karena lupa membawa mukena sendiri.

Pantai Ulee Lheue di Sore Hari

Selesai shalat aku memutuskan untuk menunggu mereka di masjid, daripada sendirian di pantai lebih baik aku menunggu mereka disini, begitu niatku dalam hati. Hari itu hanya kami berempat yang bisa berkumpul.

Formasi yang kurang lengkap ketika biasanya kami yang bersembilan sering menghabiskan waktu bersama. Aku dan Nana sepakat untuk berjumpa di masjid sedangkan Nanda dan Anyuk mereka masih di tempat pangkas. Anyuk yang sekarang kerja di bank harus selalu tampil menarik dan rapi karena sudah merupakan tuntunan pekerjaan.

Pantai Ulee Lheu Salah Satu Objek Wisata di Banda Aceh

Tidak butuh waktu lama untuk menunggu Nana, begitu aku duduk di tangga masjid tiba-tiba hp ku berbunyi. Rupanya chat dari nana yang mengabarkan dia sudah berada di pekarangan masjid. Aku langsung bergegas menghampirinya.
“Nanda sama Anyuk kemana Na?” tanya ku kepada Nana begitu aku menghampirinya.
“Anyuk pulang dulu mandi, katanya biar ganteng, nanti orang ne nyusul” begitu kata Nana kepada ku.
“Hahaha, baiklah aku paham” aku tertawa sendiri mendengar jawaban dari Nana, memang semuanya belum berubah dari mereka.

Aku dan Nana langsung meluncur ke pantai Ulee Lheue, sudah ada tempat langganan yang biasa kami jadikan tempat duduk ketika kami ke pantai ini. Penjualnya pun sudah kenal dengan kami, beliau selalu ramah ketika kami sampai di tempatnya. 

Anak-Anak dan Orang Dewasa Bermain di Laut Ulee Lheu

Sudah menjadi kebiasaan kami dari enam tahun yang lalu berkumpul disana. Ketika banyak cafe kece yang berjamur di Banda Aceh, Pantai Ulee Lheue tetap menjadi tempat favorit bagi kami. Hari itu jalanan Ulee Lheue nampak ramai maklum saja karena Hari Minggu banyak manusia dari berbagai penjuru Banda Aceh dan Aceh Besar yang tumpah ruah di Pantai Ulee Lheue. 

Aku, Nana, Nanda, Anyuk, bahkan teman-teman lain yang kuliah di Ilmu Kelautan Unsyiah pasti sudah sangat familiar dengan pantai Ulee Lheu ini. Pada waktu semester dua kuliah dulu pantai ini menjadi lokasi kami praktek renang.

Nana Sedang Asik Sendiri Dengan Pisang Gorengnya

Aku yang sama sekali tidak bisa berenang harus belajar disini karena renang menjadi mata kuliah wajib di Jurusan Ilmu Kelautan. Entah sudah berapa liter air di Ulee Lheue yang aku telan pada saat belajar berenang dulu, sudah berapa kali juga aku hampir tenggelam disini, dasar perairan Ule Lheu yang di penuhi dengan berbagai macam tumbuhan, batu dan juga ikan sudah pernah aku lihat.

Pantai ini menyimpan banyak kisah bagiku dan jujur aku rindu untuk kembali berenang disini. Nana yang seorang atlet selam sudah menjadi rutinitasnya berenang di Ulee Lheu dan dia sama sekali tidak mau jika aku ajak, katanya sudah bosan dia berenang di Ulee Lheue.

Lama aku dan Nana saling bertukar cerita tentang kehidupan kami, tapi Anyuk dan Nanda belum datang-datang juga. Tiba-tiba hp ku berbunyi, rupanya Nanda yang menelepon “kalian duduk dimana? Capek aku cari”. Mereka berdua sudah sampai namun kesulitan mencari keberadaan kami.

Nanda dan Anyuk

Aku melihat ke belakang mencari-cari keberadaan mereka berdua, “lihat ke kanan, aku udah nampak kalian ne” aku melambaikan tangan mengisyarakan keberadaan kami. Nanda mengangguk yang menandakan dia sudah tau keberadaa aku dan Nana, mereka jalan menghampiri kami dan duduk manis sambil tersenyum.

Di atas meja sudah ada beberapa makanan dan buah, sebelumnya aku dan Nana sudah membeli bakso goreng dan juga kentang untuk kami makan. Ada juga langsat yang aku bawa dari rumah dan rambutan yang sebelumnya dibeli Nanda.

Persiapan Makanan
Kami bercerita tentang apapun, karena sudah lama tidak berkumpul, mulai dari kejadian sepele dan juga lucu. Satu hal yang pasti ketika sudah berkumpul begini pasti satu persatu menjadi sasaran bully. Mulai dari Nanda, kemudian sasarannya berpindah ke Anyuk, di ikuti Nana dan yang terakhir giliran aku. Porsi pembullyan mereka untuk aku pasti melebihi kadar dari yang lain.


Ini sudah menjadi hal yang biasa ketika aku yang mereka jadikan sasaran, aku hanya terdiam mendengarakan dan juga ikut tertawa. Dulu aku belum terlalu pandai membalasnya tapi sekarang aku sudah banyak belajar. Akhirnya aku juga bisa membalas aksi mereka ketika mengejek aku, aku bisa kembali membalas dendam dengan mengejeknya dan sejujurnya aku juga belajar dari mereka. Hahaha..

Foto Bersama Selalu Wajib Kalau Sudah Berkumpul

Menurutku selama yang di ejek tidak mengambil hati dan marah, aksi saling mengejek dan menghina sah-sah saja asalkan tidak keluar batas. Menjadi seorang teman yang baik kita juga harus paham dan sadar betul apa yang bisa kita ejek dan juga tidak. Kami juga sama-sama memahami itu ketika berkumpul kejadian yang kira-kira bisa dijadikan ejekan akan kami tertawakan bersama dan yang tidak bisa akan kami bicarakan dengan serius.

Kami pun punya panggilan khusus masing-masing, Nanda akrab dengan nama panggilan sapi, sedangkan Nana dulu biasa dipanggil Rambong tapi sekarang berubah jadi Nade, Anyuk yang memiliki nama asli Rival mempopulerkan sendiri nama Anyuk sampai kami pun terbiasa dengan nama itu sedangkan aku biasa di panggil nenek oleh mereka.

Mereka banyak membantu aku dalam berbagai hal, ketika banyak masalah mereka lah yang jadi tempat aku untuk mengadu. Mereka juga banyak memberikan nasihat dan membantu ketika ada masalah yang sedang aku hadapi dan yang satu hal yang tidak ketinggalan dompet mereka selalu siap ketika aku minta pinjam uang. Hahaha

Foto Bersama Sebelum Makanan Habis
Nana selalu siap menyediakan waktu dan telinganya untuk mendengarkan cerita ku, Nanda selalu siap untuk di minta pertolongan walaupun aku dan dia juga sering adu pendapat, Anyuk yang tanggal lahirnya berbeda satu hari denganku selalu bisa jadi teman untuk di ajak bercanda dan bercerita ketika stress dan masih ada teman-teman lainnya yang selalu setia menemani aku dan juga tertawa bersama.

Aku selalu bersyukur kepada Allah karena telah diberikan teman-teman yang begitu baik, mereka yang setia dan juga bisa dipercaya. Mereka seperti paket komplin membawa kebahagian tersendiri tapi tidak pernah lupa untuk membully. 
Santai Sore Di Pantai Ulee Lheu, Banda Aceh Santai Sore Di Pantai Ulee Lheu, Banda Aceh Reviewed by Indah Permatasari on Januari 30, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.